berbagi, komputer & internet marketing

Friday, 14 February 2014

Gelembung Sabun

 Hati-hati membaca fenomena, agar tidak ikutan rugi.
Beberapa waktu yang lalu, kita dihebohkan oleh fenomena harga bunga Anturium, yang mencapai 'langit'. Semua sibuk, 'menganturiumkan' diri. Menanam, membeli, menjual,memburu seperti kesetanan. Tiada hari tanpa Anturium. 


Jenis-jenis anturium, tiba-tiba dicari orang. Pedagang bunga, meraup untung besar. Baik yang sudah lama menekuni, ataupun yang mendadak, karbitan. Tapi, sebenarnya yang untung besar adalah 'tengkulak'. Yang memprovokasi, hingga harga 'tidak masuk' akal, entah benar atau salah, tidak ada yang tahu.

Saat itu, saya sudah menduga. Itu akan sebentar. Alasannya, sudah buanyak sekali heboh seperti itu. Dan berulang, dengan selalu membawa korban. Memang akibatnya, tidak bisa memperoleh 'daging' kehebohan Anturium. Ya gak papa. Masih ingat, ketika krisis 98. (Sebenarnya, sebelum krisis juga sudah). Seingat kita, ini daftar 'kehebohan':
  1. Cabai
  2. Cacing
  3. Jangkrik
  4. Emas
  5. Ikan Cupang
  6. Ikan Nonong
  7. Lampu Hias 17 Agustusan
  8. Ponari
Kehebohan ketika orang sibuk mencari, membeli, membicarakan, memburu, untung & rugi terkait dengan dengan barang-barang itu. Mirip Anturium. Apanya hayo yang bikin heboh?

Barang-barang itu, adalah barang yang 'biasa' harganya, pada keadaan normal. Tidak ada yang aneh, atau luar biasa. Sehingga dia layak dihargai berlipat-lipat dari dari wajarnya seperti itu. Maka, itu hanyalah bersifat sementara. Sebentar saja akan meletus, seperti gelembung sabun!

Apa bedanya barang-barang 'biasa' itu, dengan barang 'mulia' yang sudah mapan. Seperti emas & berlian? Bedanya, paling tidak, emas & berlian, jual belinya mantap bisa dipegang. Ketika beli 1 milyar, barang-barang di atas tidak bersertifikat. Seperti emas 24 karat dengan sertifkat Antamnya. Artinya, ketika berminat menjualnya, tidak ada jaminan harga jualnya sama atau sedikit lebih rendah, dari harga ketika beli. Jauh, malah.   

Atau, bisa tidak barang yang harganya selangit dijaminkan ke bank, untuk mendapatkan pinjaman uang? Tidak bisa! Berarti, barang itu barang 'antik'. Hanya antiknya sesaat. Berbeda dengan barang antik bersejarah, yang oleh kolektor terbatas, ada peminatnya.

Anturium & barang-barang di atas, tentu tidak masuk kriteria itu. Berarti, harus diperlakukan hati-hati. Kalau begitu, siapa yang bisa 'menggerakkan' harga melampung ke langit itu. Mungkin semacam spekulan. Persisnya, tidak tahu.

Mirip di alun-alun. Ketika orang menjaul sesuatu yang berkasiat. Mula-mula si pedagang akan menawarkan barangnya, dengan berbagai cara, yang mendatangkan penonton. Penonton mengerumuni. Mulailah dia menunjukkan 'kehebatan' benda yang dijualnya.

Tiba-tiba, dari arah penonton, beberapa orang maju ke depan. Berebut membeli barang itu. Seperti ada sedikit 'ketegangan'. Penonton yang terbawa rasa penasaran, ikutan membeli supaya tidak kehabisan, pikirnya. Padahal, kalau barang laku, gimana mau kehabisan. Kan dibikin terus, orang mau cari duit koq.

Setelah usai, barang yang barusan dibeli ternyata tidak seperti yang disampaikan pedagang itu. Beberapa saat kemudian, dari info kiri kanan, media, ternyata pembeli awal itu adalah teman-temannya si pedagang. Cara pengkondisian, mirip 'happening art', drama. Kayak yang bener aja. Penonton membeli, berarti 'teknik' itu bekerja.

Saya rasa, Anturium mirip-mirip cerita tukang di atas. Cuman, tidak tahu siapa yang 'memprovokasinya'. Teknik itu, diulang-ulang, dengan berbagai barang, & berhasil. Buktinya banyak yang menjadi korban. 'Canggih' memang. Dan itu sering, dengan uang yang lebih fantastis. Sampai hari ini. Pernah anda jadi korban?

Kenapa Anturium, tidak wajar dihargai mahal luar biasa?
Pertama, cara budi dayanya tidak sesulit anggrek, contohnya. Tampilannya, hanya 'daun'. Disebut 'bunga', mana bunganya. 'Cuman' daun. Kalau anggrek mahal. memang budidayanya tidak mudah. Ada ilmunya. Paling tidak, anturium tidak sesulit anggrek. Apalagi, anggrek bermacam-macam bunganya.

Saat Ini
Saat ini, sedang heboh akik. Rasanya, mirip Anturium. Sebentar lagi, akan kembali ke 'kandangnya', harga normal. Mari kita saksikan.

Apa cirinya? Kayaknya, paling tidak ada 3 ciri:
  1. Tidak ada sertifikat  
  2. Tidak bisa dijaminkan ke bank
  3. Tidak ada yang mau membeli kembali , setelah 'harga selangit'
Kalau anda suka, silahkan beli dengan harga wajar. Atau, anda malah spekulan? Kalau saya gak tega, orang berharap mencari keuntungan, ternyata rugi. Waspadalah. Gelembung sabun. Hati-hati akik.

Kalau tulisan ini, lumayan, tolong dikomen. Biar cepet disetujui Adsense googlenya. Trims.

2 comments:

  1. Iya, mending investasi ke barang yg sudah jelas nilai nya spt emas

    ReplyDelete
  2. Iya, mending investasi ke barang yg sudah jelas nilai nya spt emas

    ReplyDelete

Total Pageviews

Populer

Recent Posts

Arsip

Halaman

Powered by Blogger.