berbagi, komputer & internet marketing

Monday, 2 March 2015

Apa Itu Harbolnas

Harbolnas
Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2014 kemarin, sudah lewat. Tahun ini, 2015 nanti di akhir tahun. Harbolnas adalah hari para pedagang online memberikan potongan harga fantastis.


Harbolnas ini adalah hari perayaan, yang berusaha untuk mendorong &  mengedukasi masyarakat, mudahnya belanja online. Harbolnas ini, sudah dimulai di sini tahun 2012 lalu. Jadi, tahun 2014 kemarin adalah yang ke 3.

Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Australia,   Prancis & Jepang sudah lama memasyarakat. Negara yang sudah lama mengadopsi cara berbelanja online ini. Negara-negara itu memiliki suatu perayaan yang bernama Cyber Monday. 

Yaitu hari, ketika pedagang online membuat promosi dengan memberikan  tongan harga secara besar-besaran. Tentu saja perayaan hari itu, disambut masyarakat meriah. Hari perayaan ini, dilakukan setelah perayaan Thanksgiving Day. Masyarakat heboh menyambut berbelanja online ini.

Menurut beberapa cerita, Cyber Monday diinspirasi perayaan belanja Black Friday. Black Friday ini terjadi pada hari Jumat, setelah Thanksgiving Day. Sebenarnya, Black Friday itu mulainya musim belanja, menjelang perayaan hari Natal. Ciri utama perayaan hari belanja Black Friday, yaitu ketika para pedagang membuka tokonya lebih lama &  ini yang menarik, potongan harga yang fantastik, diskon besar.

Cuci gudanglah istilah kita. Tentu saja, ini sangat menarik masyarakat. Hingga mereka rela mengantri lama & panjang, ketika hari perayaan itu tiba. Demi itu tadi, diskon.

Asal muasal istilah Jumat Hitam alias Black Friday, karena para pedagang merasa, hari Jumat itu hari keberuntungan. Laporan keuangan pedagang itu, berubah. Asalnya berwarna merah alias rugi, menjadi berwarna hitam atau untung. Kerugian itu, , umumnya terjadi pada bulan Januari-November.

Atau, penjualannya kurang baik. Mengalami kerugian, dikodekan warna merah. Saat hari Jumat Hitam, ketika rame-rame mengadakan ‘pesta diskon’, keuntungan meningkat. Karena banyaknya transaksi penjualan, menjelang perayaan hari Natal & hari libur Thankgiving Day alias Black Friday.

Jadi, boleh disebut kampanye pedagang, dalam upaya menekan kerugian. Kemudian setelah penjualan besar besar-besaran, akan memperoleh keuntungan, dengan memberikan kesenangan kepada pembeli. Diskon. Pembeli pun, antusias menyambut dengan berlomba belanja. Apalagi, barang yang lama diidamkan dipotong hingga 70%. Siapa tidak tergiur? Biasanya, terjadi kehebohan sejak sebelum toko dibuka.

Di Indonesia, mengadopsi perayaan itu. Mencari keuntungan dengan promosi mirip kisah di atas. Menurut para pedagang, Kampanye Hari Belanja Online Nasional untuk mengedukasi masyarakat. Betapa mudah & amannya belanja online. Juga nyaman & bisa dilakukan dari mana & kapan saja. Asal pembeli, pandai memilih toko online yang terpercaya reputasinya. Selektiflah!

Tentu saja, motif perayaan hari seperti itu, adalah mencari keuntungan dengan memberikan potongan harga yang menarik kepada pembeli. Boleh juga disebut, ‘menambah hari raya’.

Juga, upaya memasyarakatkan jenis belanja, yang sudah memasyarakat di negara maju sekian tahun lalu.  Sekaligus, usaha memajukan e-commerce Indonesia yang pengguna internetnya tumbuh tinggi. Dengan harapan, membuka lapangan kerja baru. Harbolnas digelar hanya 24 jam.


Siapkan barang yang diincar tahun ini, sebelum kalah dengan yang lain?!

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Populer

Recent Posts

Arsip

Halaman

Powered by Blogger.