Harbolnas
Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2014 kemarin, sudah
lewat. Tahun ini, 2015 nanti di akhir tahun. Harbolnas adalah hari para
pedagang online memberikan potongan harga fantastis.
Harbolnas ini adalah hari perayaan, yang berusaha untuk
mendorong & mengedukasi masyarakat,
mudahnya belanja online. Harbolnas ini, sudah dimulai di sini tahun 2012 lalu.
Jadi, tahun 2014 kemarin adalah yang ke 3.
Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris,
Jerman, Australia, Prancis & Jepang
sudah lama memasyarakat. Negara yang sudah lama mengadopsi cara berbelanja
online ini. Negara-negara itu memiliki suatu perayaan yang bernama Cyber Monday.
Yaitu hari, ketika pedagang online membuat promosi dengan
memberikan tongan harga secara
besar-besaran. Tentu saja perayaan hari itu, disambut masyarakat meriah. Hari
perayaan ini, dilakukan setelah perayaan Thanksgiving Day. Masyarakat heboh
menyambut berbelanja online ini.
Menurut beberapa cerita, Cyber Monday diinspirasi perayaan
belanja Black Friday. Black Friday ini terjadi pada hari Jumat, setelah
Thanksgiving Day. Sebenarnya, Black Friday itu mulainya musim belanja,
menjelang perayaan hari Natal. Ciri utama perayaan hari belanja Black Friday,
yaitu ketika para pedagang membuka tokonya lebih lama & ini yang menarik, potongan harga yang
fantastik, diskon besar.
Cuci gudanglah istilah kita. Tentu saja, ini sangat menarik
masyarakat. Hingga mereka rela mengantri lama & panjang, ketika hari
perayaan itu tiba. Demi itu tadi, diskon.
Asal muasal istilah Jumat Hitam alias Black Friday, karena
para pedagang merasa, hari Jumat itu hari keberuntungan. Laporan keuangan
pedagang itu, berubah. Asalnya berwarna merah alias rugi, menjadi berwarna
hitam atau untung. Kerugian itu, , umumnya terjadi pada bulan Januari-November.
Atau, penjualannya kurang baik. Mengalami kerugian,
dikodekan warna merah. Saat hari Jumat Hitam, ketika rame-rame mengadakan
‘pesta diskon’, keuntungan meningkat. Karena banyaknya transaksi penjualan,
menjelang perayaan hari Natal & hari libur Thankgiving Day alias Black
Friday.
Jadi, boleh disebut kampanye pedagang, dalam upaya menekan
kerugian. Kemudian setelah penjualan besar besar-besaran, akan memperoleh
keuntungan, dengan memberikan kesenangan kepada pembeli. Diskon. Pembeli pun,
antusias menyambut dengan berlomba belanja. Apalagi, barang yang lama diidamkan
dipotong hingga 70%. Siapa tidak tergiur? Biasanya, terjadi kehebohan sejak
sebelum toko dibuka.
Di Indonesia, mengadopsi perayaan itu. Mencari keuntungan
dengan promosi mirip kisah di atas. Menurut para pedagang, Kampanye Hari
Belanja Online Nasional untuk mengedukasi masyarakat. Betapa mudah &
amannya belanja online. Juga nyaman & bisa dilakukan dari mana & kapan
saja. Asal pembeli, pandai memilih toko online yang terpercaya reputasinya.
Selektiflah!
Tentu saja, motif perayaan hari seperti itu, adalah mencari
keuntungan dengan memberikan potongan harga yang menarik kepada pembeli. Boleh
juga disebut, ‘menambah hari raya’.
Juga, upaya memasyarakatkan jenis belanja, yang sudah
memasyarakat di negara maju sekian tahun lalu.
Sekaligus, usaha memajukan e-commerce Indonesia yang pengguna
internetnya tumbuh tinggi. Dengan harapan, membuka lapangan kerja baru.
Harbolnas digelar hanya 24 jam.
Siapkan barang yang diincar tahun ini, sebelum kalah dengan
yang lain?!

0 comments:
Post a Comment